Pengenalan Permainan Tradisonal Engklek di Kalangan Generasi Z Melalui Sosial Media TikTok

Authors

  • Mursin Mursin Universitas Halu Oleo
  • Hardin Hardin Universitas Halu Oleo
  • Destin Destin Universitas Halu Oleo
  • Hasmita Hasmita Universitas Halu Oleo
  • Ainun Syahyatunnisa Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.55123/samamas.v2i2.965

Keywords:

Traditional *Engklek* Game, Generation Z, Social Media, Tiktok, Cultural Preservation

Abstract

The traditional game of Engklek is a cultural heritage rich in educational, social, and cultural values ​​that urgently needs to be preserved amidst the rapid disruption of digital technology. The increasing intensity of gadget use has caused this folk game to be increasingly alienated from the daily lives of the younger generation. Responding to this phenomenon, this community service activity was initiated with the main objective of reintroducing the existence of the Engklek game to Generation Z by optimizing the use of social media as a means of education while promoting the preservation of local culture. The traditional game of Engklek is one of the cultural heritages that has educational, social, and cultural values ​​that need to be preserved. However, the development of digital technology and the increasing use of social media among Generation Z have caused traditional games to be increasingly less known and rarely played. This community service activity aims to reintroduce the traditional game of Engklek to Generation Z through the use of social media as a means of education and cultural preservation. The activity was carried out in Lorong Pelangi with 11 participants from Generation Z. The methods used included awareness, training, and mentoring through the delivery of materials regarding the history, rules of the game, benefits, and values ​​of local wisdom contained in the Engklek game. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge, understanding, and interest in the traditional game of Engklek. The use of social media has proven effective in disseminating cultural information to the younger generation and supporting efforts to preserve traditional games as part of local cultural identity in the digital era.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, B. (2023). Media sosial sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 40–49.

Arifin, B. (2023). Media sosial sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(1), 40–49.

Dosinaeng, W. B. N. (2010). Permainan tradisional sebagai warisan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 16(3), 245–252.

Hasanah, N. (2022). Eksistensi permainan tradisional dalam kehidupan generasi muda di era modern. Jurnal Pendidikan Sosial, 9(3), 215–224.

Hasanah, N. (2022). Eksistensi permainan tradisional dalam kehidupan generasi muda di era modern. Jurnal Pendidikan Sosial, 9(3), 215–224.

Hidayat, T., & Pratiwi, N. (2021). Pemanfaatan media digital dalam pelestarian budaya lokal pada generasi muda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 145–154.

Kurniawati, E. (2015). Permainan tradisional dan perannya dalam pengembangan karakter anak. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Lestari, D., & Wahyuni, S. (2022). Peran media sosial sebagai sarana edukasi budaya di era digital. Jurnal Komunikasi dan Masyarakat, 10(1), 78–87.

Mulyani, E. (2020). Permainan tradisional sebagai media pembentukan karakter anak dan remaja. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 112–120.

Nur, A., Rahman, S., & Abdullah, M. (2021). Pemanfaatan media berbasis Engklek sebagai media pembelajaran kearifan lokal di era digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2), 120–130.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, H. (2021). Kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Indonesia. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 14(1), 33–42.

Yusuf, M., & Kurniawan, D. (2023). Generasi Z dan penggunaan media sosial sebagai sumber informasi budaya. Jurnal Komunikasi Digital, 7(1), 55–67.

Zaini, M. (2021). Transformasi budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital. Jurnal Sosial Humaniora, 13(2), 110–118.

Zulkarnain, A., & Rahmawati, S. (2024). Pelestarian permainan tradisional melalui media digital. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 21–30.

Zulkarnain, A., & Rahmawati, S. (2024). Pelestarian permainan tradisional melalui media digital. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 8(1), 21–30.

Annas Solihin, A., dkk. (2024). Penguatan kearifan lokal melalui permainan tradisional sebagai media pendidikan karakter Generasi Z. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 45–56.

Iswinarti. (2017). Permainan Tradisional: Prosedur dan Analisis Manfaat Psikologis. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Kurniati, E. (2016). Permainan Tradisional dan Perannya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak. Jakarta: Prenadamedia Group.

Suryani, N., & Agung, L. (2018). Media Pembelajaran Inovatif dan Pengembangannya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Mursin, M., Hardin, H., Destin, D., Hasmita, H., & Ainun Syahyatunnisa. (2026). Pengenalan Permainan Tradisonal Engklek di Kalangan Generasi Z Melalui Sosial Media TikTok. Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS), 2(2), 84–96. https://doi.org/10.55123/samamas.v2i2.965

Issue

Section

Articles