Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di SMA Negeri Pemana
DOI:
https://doi.org/10.55123/didik.v1i1.18Keywords:
Leadership , Principal , Independent LearningAbstract
Principal leadership is the ability to mobilize existing resources in a school which will be used optimally to achieve the expected goals. In this study, the main objective is to realize independent learning at SMAN Pemana under his leadership. Independent Learning is a program launched by the Minister of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia. Independent Learning is an educational development concept where all stakeholders are expected to become agents of educational change. The role of the principal in leadership has a significant impact on improving teachers and all sudents at SMAN Pemana in realizing the independent learning that is applied. In this study, the researcher used a qualitative approach with a descriptive method to collect data such as: (1) the principal's leadership style in improving work discipline, (2) the principal's leadership style in realizing independent learning, (3) obstacles faced by the principal in realizing independent learning at SMAN Pemana. The researcher collected data through interviews, observations
Downloads
References
[1] R. Adolph, “済無No Title No Title No Title,” vol. 4, no. 3, pp. 1–23, 2016.
[2] I. Sumarsih, T. Marliyani, Y. Hadiyansah, A. H. Hernawan, and P. Prihantini, “Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 6, no. 5, pp. 8248–8258, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i5.3216.
[3] E. Ramadina, “Peran Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar,” Mozaic Islam Nusant., vol. 7, no. 2, pp. 131–142, 2021, doi: 10.47776/mozaic.v7i2.252.
[4] U. Haryaka, “Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMA Budi Luhur Kota Samarinda Principal leadership strategy in improving teacher performance at Budi Luhur High School Samarinda,” J. Ilmu Manaj. dan Pendidik., vol. 4, no. 1, pp. 61–72, 2024, [Online]. Available: https://jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/impian/article/view/3350
[5] E. Bawor, V. N. Farah Muthmainnah, N. K. Wardani, T. Trianung, and Supadi, “Literatur Review : Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Kepala Sekolah,” J. Manaj. Pendidik. Islam, vol. 9, no. 1, pp. 135–146, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/moe/index
[6] D. Arsita, N. Qaila, and S. Hasian, “Peran Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kurikulum 2013 Di Unit Pelaksana Teknis SMP Negeri 35 Kota Medan,” vol. 5, no. 2, pp. 725–730, 2023.
[7] A. Helmina and M. Giatman, “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru di Sekolah Menengah Kejuruan,” J. Educ. Res., vol. 4, no. 2, pp. 669–676, 2023.
[8] Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, “Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (2021). Kurikulum Merdeka: Panduan Implementasi di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.,” 2021.
[9] A. Ansori, F. Putridianti, B. Mudarris, and S. Suhermanto, “Merdeka Belajar dalam Pendidikan Indonesia,” Jump. J. Manaj. Pendidik., vol. 3, no. 1, pp. 1–13, 2022, doi: 10.33650/jumpa.v3i1.5390.
[10] D. P. Juita, H. A. Ali, A. Asmendri, and M. Sari, “Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah Menengah Atas,” Indo-MathEdu Intellectuals J., vol. 5, no. 3, pp. 2681–2688, 2024, doi: 10.54373/imeij.v5i3.1107.
[11] S. Khotimah and T. R. Noor, “Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar,” Nuris J. Educ. Islam. Stud., vol. 4, no. 1, pp. 33–42, 2024, doi: 10.52620/jeis.v4i1.64.
[12] A. Angga and S. Iskandar, “Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 6, no. 3, pp. 5295–5301, 2022, doi: 10.31004/basicedu.v6i3.2918.
[13] A. Darlis, A. I. Sinaga, M. F. Perkasyah, L. Sersanawawi, and I. Rahmah, “Pendidikan Berbasis Merdeka Belajar,” J. Anal. Islam., vol. 11, no. 2, p. 393, 2022, doi: 10.30829/jai.v11i2.14101.
[14] R. M. Simatupang, Nabila Anggriany, and Dahniar Fitri, “Analisis Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Sekolah,” Algebr. J. Pendidikan, Sos. dan Sains, vol. 3, no. 3, pp. 174–179, 2023, doi: 10.58432/algebra.v3i3.771.
[15] Meriyam, Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smp Islam Ruhama Ciputat Timur. 2023. [Online]. Available: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/108888%0Ahttp://eprints.ums.ac.id/108888/17/naspub habib fixx upload V8.pdf
[16] Masri, Rusdinal, and Nurhizrah Gistituati, “Implementasi kebijakan pendidikan kurikulum merdeka belajar,” J. Ris. Tindakan Indones., vol. 8, no. 4, pp. 347–352, 2023.
[17] A. Y. Saputra and Z. H. Ramadan, “Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 7, no. 4, pp. 3946–3954, 2023, doi: 10.31004/obsesi.v7i4.5114.
[18] A. Al Husna and H. A. Rigianti, “Analisis Kesulitan Guru Selama Proses Pembelajaran Pada Saat Pergantian Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar,” J. Basicedu, vol. 7, no. 5, pp. 3018–3026, 2023, doi: 10.31004/basicedu.v7i5.5799.
[19] H. Riski, R. Rusdinal, and N. Gistituti, “Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Menengah Pertama,” Edukatif J. Ilmu Pendidik., vol. 3, no. 6, pp. 3531–3537, 2021, doi: 10.31004/edukatif.v3i6.944.
[20] Fitria Ose, Yusti Rahmi, Nurhizrah Gistituati, and Hadiyanto, “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di MAN 1 Bukittinggi,” J. Niara, vol. 16, no. 3, pp. 672–685, 2024, doi: 10.31849/niara.v16i3.18784.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Hidayah, Sunarwin Sunarwin, Aloisius Harso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
Penulis mengakui bahwa Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan (DIDIK) sebagai publisher yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain, seperti: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dan lain-lain. Dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan (DIDIK).




















